Dunia Pendidikan Bertransformasi, Mengapa Kita Perlu Terlibat?


Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

KOMITE SEKOLAH SMPS – Menghadapi generasi milenial yang kreatif dan ingin serba praktis tentunya memiliki banyak tantangan. Sebagai guru dituntut untuk lebih kreatif dalam memaparkan materi ajar, sehingga materi yang guru sampaikan dapat menarik rasa ingin tahu siswa. Dengan begitu menggunakan satu metode pembelajaran saja tidaklah cukup. Guru mungkin akan bertanya, metode seperti apa lagi yang menarik dan dapat membuat proses belajar menjadi lebih efisien?

Sementara ada beberapa pertamyaan yang sangat menarik untuk dijawab,

a. Bagaimana kita bisa menghadirkan guru yang bisa mengajar setiap saat seperti yang anak2 inginkan, sesuai waktunya mereka?
b. Bagaimana sekolah bisa menghadirkan guru yang siap menemani muridnya belajar menggunakan pencarian google dengan benar ?
c. Bagaimana bisa merubah mindset siswa bahwa gadget dan perangkat sejenis bukan sebagai alat bermain tapi sebagai media belajar yang sangat efektif ?

Transformasi Pendidikan


Kita semua sepakat, mendidik di masa sekarang tidak bisa lagi memakai cara yang lama dan monoton, Membuat anak didik tertarik dan memancing kreatifitasnya dengan apa yang diajarkan di dalam kelas merupakan tantangan tersendiri yang harus di pecahkan sekarang ini.

SMP Al Falah Surabaya menyadari dari pengalaman selama pandemi ini, bahwa pendidikan tidak hanya ada di ruang kelas dan di sekolah saja, mendidik sekarang ini juga dituntut lebih fleksible, mudah dipahami dan dimengerti kapan pun, dimana pun dan pakai media apapun.

Baru baru ini SMP AL Falah Surabaya mengadakan Workshop Digital Content Productivity mengenai pembuatan Video Pembelajaran Kreatif yang di ikuti oleh semua ustadz dan ustadzah, yang bertempat di SMP Al Falah Surabaya.

Dari hasil pembekalan tersebut lantas di tutup dengan lomba pembuatan video pembelajaran kreatif, yang juga di ikuti seluruh ustadz dan ustadzah SMP Al Falah Surabaya, – Klik di Sini Untuk Beritanya.


Digital Transformations


Untuk langkah berikutnya untuk mendukung program Al Falah Digital Islamic School, Komite sekolah bersama SMP Al Falah Surabaya akan mengembangkan lebih lanjut dari content video yang sudah di pelajari ke konsep LMS (Learning Management System), yaitu platform pengelolaan pembelajaran online dan blended learning berbasis cloud, dimana akan mencakup antara lain :


1. MODULE ONLINE LEARNING
Dengan pembelajaran online para siswa diberikan kebebasan untuk belajar pada waktu dan kecepatan yang sesuai dengan kemampuan masing-masing.
Besar kemungkinan tidak akan ada bimbingan tambahan, karena siswa akan jauh lebih efektif belajar dan paham dalam menangkap materi pelajaran sesuai dengan daya tangkap masing-masing.


2. BLENDED LEARNING
Mengkombinasikan pembelajaran online dengan sesi tatap muka yang jauh lebih efektif untuk meningkatkan pemahaman siswa.
Pembelajaran tatap muka di kelas tidak lagi hanya sekedar transfer materi, namun akan lebih interaktif dengan tanya jawab dan diskusi sehingga siswa akan lebih cepat paham dan berani bertanya serta mampu menyampaikan pendapatnya.

Hal seperti ini juga yang di harapkan mas mentri pendidikan Nadiem Makarim untuk mulai membuat siswa kita bisa merasakan MERDEKA BELAJAR.


3. COLLABORATIVE LEARNING
Pembelajaran yang mengedepankan kolaborasi antar siswa, Disini tidak ada lagi kesenjangan antara siswa yang dianggap pintar dan yang kurang pintar, karena mereka akan bisa menyesuaikan dengan style dan gaya belajar mereka masing-masing dan akan paham, sesuai dengan daya tangkap masing2.
Artinya semua siswa memungkinkan untuk medapatkan nilai akademik yang baik dan merata.


4. MORE STRUCTURED LEARNING
Pembelajaran mendetail secara berurutan dan memungkinkan siswa untuk melakukan pengulangan dari bab materi sebelum-sebelunya yang berhubungan dengan materi belajar saat ini. Dan juga sangat memungkinkan siswa untuk melakukan akselerasi pembelajaran, bila di beri wadah untuk kelas percepatan.


5. STUDENT-CENTERED LEARNING
Student Centered Learning (SCL) merupakan metode pembelajaran yang menuntut dan/atau membimbing murid untuk berpartisipasi sangat aktif dalam proses belajar.
Beda dengan Teacher Centered Learning (TCL) yang lebih bersifat satu arah dalam proses pembelajaran. Pada TCL, siswa lebih banyak mendengarkan dan guru lebih banyak menjelaskan informasi secara konvensional. Oleh karena itu, pemahaman yang didapatkan siswa belum tentu sedalam metode SCL.

Pada metode SCL proses belajar bersifat dua arah. Guru tidak hanya menjelaskan suatu informasi tapi juga menjadi motivator, fasilitator dan inovator bagi siswa. Selain itu, pengajar juga membantu siswa dalam memecahkan masalah dan menjadi pembimbing mereka dalam belajar secara mandiri.



Bagaimana proses penerapannya ?

Salah satu variasi metode belajar yang sekarang ini banyak digunakan adalah dengan menggunakan video pembelajaran.
Melalui video pembelajaran guru tidak perlu menjelaskan materi yang sama secara berulang-ulang, sehingga guru dapat lebih fokus pada pengembangan siswa secara personal.

Sehingga memiliki ruang sebesar-besarnya untuk bereksperimen secara 4K (Kreativitas, Kritis dalam berpikir, Kolaborasi, dan Komunikasi) yang bisa di terapkan di semua kelas.



Proses penerapannya pun akan bertahap dan sekolah tatap muka (offline) tetap berjalan seperti biasanya.
Apa peran teknologi dalam semua in?

Harapan kami, akan meningkatkan kuantitas dan kualitas stimulus ekstrinsik.
Dengan meningkatnya kuantitas dan kualitas stimulus ekstrinsik pada murid, akan mempercepat tercapainya motivasi belajar pada murid itu sendiri.

Tantangan berikutnya bagaimana menaikkan kualitas pendidikan dan menumbuhkan motivasi belajar pada pengajar/ pendidik?, Hal ini hanya bisa melalui upaya bersama dan terkoordinasi dengan semua pihak, mulai dari sekolah, ustadz dan ustadzah, orang tua, anak/murid dan komponen lainnya.

Karena proses belajar sekarang ini bukan tugas dan tanggung murid saja, namun semua pihak juga harus terus belajar dan berubah sesuai jaman-nya, termasuk pengajar dan pendidik itu sendiri.

Tanpa kerjasama semua stakeholder yang ada niscaya upaya terbaik apapun akan sulit terwujud.

Dukungan dan support dari orang tua juga sangat penting untuk keberlangsungan agenda pengembangan SMP Al Falah Surabaya kedepannya.
Demikian update berita terbaru konsep pengembangan SMP Al Falah Surabaya 2022-2023.


Terima kasih,


DONNY RUVI GARDJITO
Ketua Komite SMP AL FALAH SURABAYA