Era Pandemi dalam Perspektif Pendidikan dan Digital

 

Oleh : Nur Roqi, S.S.

 

Pada dasarnya manusia tidak pernah mampu untuk mengetahui apa yang akan terjadi pada kehidupan di masa yang akan datang. Manusia hanya mampu menduga dengan pelbagai metode keilmuan untuk sebatas meraba masa yang akan datang, namun hal tersebut tidak menjadi suatu kemutlakan yang bisa dijadikan sebagai pedoman satu-satunya.

Alam senantiasa memberikan kejuatan bagi siapapun dan dimanapun sesuai dengan kehendak Allah Sang Pencipta semesta nan indah ini. Semuanya telah ditetapkan Allah dengan sedemikian rupa dan kita sebagai makhluk yang beriman dan berakal seyogyanya senantiasa mempelajari dan memahami takdir-takdir Allah, serta mengambil hikmah dari setiap perkara di sekitar kita.

Tahun 2020 merupakan tahun yang sangat mengejutkan bagi seluruh umat manusia di belahan bumi manapun. Muncul peristiwa yang luar biasa sekaligus menjadi penanda akan akhir zaman. Allah menurunkan bala tentaranya berupa wabah virus yang berbahaya, yakni virus covid-19 atau biasa dikenal dengan corona virus dises 19. Virus ini mulai berkembang semenjak akhir tahun 2019 di kota Wuhan, Cina. Karena notabenenya adalah virus, maka penyebarannya sangat mudah dan cepat. Penyebarannya melalui udara yang kita hirup dan bisa juga melalui suatu benda yang telah dipegang oleh korban terpapar. Tidak membutuhkan waktu lama, virus ini dengan mudah menghampiri Indonesia sekitar awal bulan Maret lalu. Dalam kurun waktu beberapa bulan, puluhan ribu warga Indonesia terpapar, hingga sebagian korbannya meninggal dunia. Kondisi demikian membuat Indonesia mengalami ketidakstabilan dalam perekonomian.

Pemerintah membuat kebijakan dalam kurun waktu yang relatif singkat untuk mengatasi persoalan ini. Pemerintah menerapkan kebijakan me-lockdown pendidikan di semua jenjang, mulai dari Kelompok Bermain (KB) hingga Perguruan Tinggi (PT). Menerapkan sosial distancing, physical distancing, penyemprotan disinfektan, membatasi aktivitas yang bersifat kerumunan, melakukan patroli jam malam di tempat-tempat umum dan lain sebagainya. Beberapa kota besar di Indonesia juga mengambil kebijakan dengan menerapkan PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) dan menutup sementara tempat-tempat ibadah. Selain itu, pemerintah pusat juga membuat kebijakan pemberian bantuan dampak covid-19 dan melalui kementerian Pendidikan mengarahkan untuk menggunakan sebagian dana BOS (Bantuan Operasional Sekolah) untuk keperluan penganga-nan covid-19. Banyak masyarakat mengalami keterombang-ambingan keadaan ekonomi dan pendidikan buah hatinya. Diperburuk lagi dengan munculnya revisi UUD KUHP dan Omnibus law yang disahkan dalam waktu sangat singkat dan terkesan tergesa-gesa.

Orang tua di negeri ini merasa cemas dan gelisah atas situasi yang sedang terjadi. Persoalan ekonomi yang belum kunjung terselesaikan dan ditambah lagi nasib pendidikan buah hati yang ikut terdampak karena virus covid-19. Pendidikan adalah ujung tombak suatu negara dan harus menjadi perhatian khusus oleh negara bersangkutan. Pendidikan menjadi perantara untuk membentuk sumber daya manusia yang berkualitas dan mampu bersaing di kehidupan sebenarnya. negara berperan besar untuk memberikan wadah dan pelayanan terbaiknya untuk menunjang pendidikan. Beberapa negara maju sangat memer-hatikan pendidikan di negeri mereka. Mereka senantiasa menciptakan metode dan sistem-sistem segar dalam upaya untuk mengembangkan dunia pendidikan.

Persoalan pendidikan di negeri ini sangatlah kompleks dari tahun ke tahun. Mulai dari bergantinya kebijakan terkait kurikulim yang digunakan, sampai pada assesment untuk mengukur sejauh mana siswa mampu memahami sekaligus menguasai materi yang diajarkan. Terlebih lagi, pada kondisi pandemi yang sedang terjadi seakan menambah tantangan ekstra tersendiri bagi pelaku pendidikan, seperti guru, siswa, dan juga orang tua. Melalui kebijakan Kemendikbud, diteruskan ke Dinas Pendidikan Provinsi  dan Kota, serta dilanjutkan ke lembaga pendidikan (sekolah) menunjukkan adanya estafet sistem yang telah dirancang untuk menyelesaikan persoalan ini. Menteri Kebudayaan dan pendidikan merancang sebuah program adaptasi era pandemi melalui beberapa indikator. Kebijakan dan programnya difokuskan pada sistem Pembelajaran Dalam Jaringan/Pembelajaran Jarak Jauh, yang mana titik beratnya adalah pada penggunaan teknolo-gi/digital. Sekolah diharuskan untuk tetap melaksanakan Proses Belajar Mengajar (PBM) di tengah kondisi siswa yang tidak berada di sekolah.

Guru diharuskan untuk senantiasa melakukan kreativitas dan inovasi pengajaran. Sebab, pembe-lajaran di era sekarang sudah sangat berbeda dengan era dulu, di mana pendidikan hanya dilakukan secara monoton tanpa adanya penyega-ran sistem. Hal tersebut memberikan kesan bahwa pendidikan khususnya di Indonesia tidak mencipta-kan generasi bangsa yang berkaratkter dan cerdas. Di sini, peran pemerintah melalui Kemendikbud juga diuji. Guru dan siswa tidak akan bisa merea-lisasikan kreativitas dan inovasinya jika tidak dibarengi juga dengan support dari pusat. Guru dan siswa harus saling bekerjasama untuk menjalin keharmonisan agar proses pendidikan senantiasa dapat berjalan sebagaimana mestinya. Guru diharuskan kreatif memunculkan gagasan dan program yang bersifat insidentil demi kelancaran proses pembelajaran. Di lain sisi, kehidupan manusia sekarang banyak berkaitan dengan teknologi atau digital karena adanya perkembangan zaman yang sangat pesat. Kondisi semacam ini mengharuskan kita mampu menyesuaikan dengan sebaikmungkin agar tidak tertinggal dengan era modern ini. Jika kita tidak membekali diri dengan bekal yang cukup, kita akan termarginalkan dari segala aktivitas yang bersinggungan dengan digital. Tak terkecuali juga dalam ranah dunia pendidikan.

Penggunaan teknologi/digital sudah sangat dekat dengan kita, bahkan bisa dikatakan bahwa digital sudah menjadi bagian dari hari-hari kita. Digital menjadi sangat penting karena perannya yang dapat memberikan informasi dan publikasi dengan kurun waktu yang sangat cepat. Informasi bisa dengan mudahnya sampai kepada publik tanpa mengenal waktu dan keadaan. Kemudahan ini menjadi peluang bagi siapapun untuk memanfaatkan demi menunjang kepentingan pribadi maupun instansi lembaga. Sebagai contoh, lembaga pendidikan melibatkan digital dalam proses pembelajaran dan publikasi. Cara ini dianggap sangat efektif, karena bisa senantiasa dikembangkan dan disave tanpa berpikir pusing akan hilang filenya. Selain itu, file tersebut bisa senantiasa kita akses setiap saat.

Pelaksanaan pembelajaran di era pandemi sangat berbeda dengan kondisi normal pada umumnya. Digital menjadi salah satu solusi dalam proses pembelajaran di era pandemi ini. Proses pembelajaran yang banyak dilaksanakan melalui digital ini adalah penggunaan aplikasi zoom, google meeting, google clasroom, google form, quiziz, microsoft 365, dst. Aplikasi-aplikasi ini semakin dikembangkan oleh perusahaannya karena semakin membludak penggunanya. Betapa tidak, guru melakukan pembelajaran secara daring (dalam jaringan) dan membutuhkan yang namanya media aplikasi untuk perantara online dengan siswa dalam penyampaian materi. Guru melakukan pertemuan secara virtual untuk menyampaikan materi pelajaran agar siswa dapat mendengarkan secara langsung dari penjelasan guru yang bersangkutan dan jika siswa belum memahami atau bingung materi, maka waktu itu juga siswa dapat mengajukan pertanyaan. Seolah-olah pembelajaran dilaksanakan secara tatap muka di dalam kelas.

Media digital lain yang bisa dimanfaatkan untuk penunjang proses pembelajaran adalah google clasroom. Google clasroom ini bisa digunakan untuk pemberian file materi dan penugasan kepada siswa, sehingga siswa dapat mendownload file materi dan penugasan tersebut tanpa harus mengambil terlebih dahulu ke sekolah. Cara ini dianggap sangat simple dan tidak membutuhkan waktu serta tenaga yang banyak. Cukup menyiapkan smartphone dan data kuota yang cuku agar dapat mengakses ke link tersebut. Selain itu, aplikasi google form dan quiziz juga sangat bermanfaat untuk penunjang pembelajaran.

Aplkikasi ini bisa digunakan untuk meng-upload soal-soal latihan yang bersifat multiple choise (soal pilihan ganda). Ketika siswa selesai mengerjakan, maka hasil dari pengerjaan tersebut bisa langsung diketahui oleh guru dan siswa. Jika guru bersangkutan menginginkan adanya kerahasiaan hasil, maka guru tersebut dapat menyetting penampilan hasil latihan yang sudah dikerjakan siswa. Guru juga dapat melakukan setting tema yang bertujuan untuk memberikan daya tarik secara visual terhadap aplikasi tersebut, sehingga siswa ketika login dan sedang mengerjakan dapat merasakan kenyamanan melalui tampilan yang menarik.

Pada pengaplikasian luar pembelajaran, digital juga dapat digunakan sebagai media pengembangan siswa. Salah satu pengembangan siswa adalah pengembangan pada ranah literasi. Program literasi sudah sejak lama dikampanyekan Kemendikbud dan beberapa pemerintah tingkat kota di beberapa sekolah. Bahkan sampai dimasuk-kan ke dalam kurikulum 13 (K-13) yang saat ini sedang dijalankan di negeri kita ini. Pengembangan lietrasi ini bisa dilakukan melalui pemanfaatan digital. Penerapannya dapat melalui media blogspot dan websait. Kedua media ini sudah sangat familiar di Indonesia karena semakin maraknya pengguna. Cara ini merupakan cara yang sangat efektif untuk pengembangan literasi, di mana dapat digunakan untuk memposting karya/naskah literasi siswa sebagai media publikasi ke masyarakat luas. Siapapun dapat mengakses dan dalam waktu kapanpun. Karya siswa tersebut dapat terpublikasi dengan baik dan bisa secara keberlanjutan. Langkah ini sangat bermanfaat untuk semua unsur dan memberikan dampak positif bagi citra sekolah bersangkutan.

Digital sangatlah luar biasa jika kita mampu memanfaatkan dengan semaksimal mungkin untuk menunjang pendidikan di negeri ini. Kehadirannya dapat membantu proses pembelajaran, terlebih lagi pada kondisi pandemi seperti sekarang ini. Semua aktivitas kita dapat dilakukan melalui digital tersebut tanpa harus bingung waktu dan kondisi yang sedang terjadi. Dari kondisi ini, secara tidak langsung semua unsur kependidikan dituntut untuk dapat beradaptasi demi tetap berjalannya proses pembelajaran yang berorientasi pada pencapaian hasil belajar siswa. Tetap semangat belajar meskipun dengan kondisi yang cukup mengejutkan kita semua. Semoga Allah senantiasa menjaga kita dari mara bahaya dan meridhoi segala upaya kita untuk menuju kebaikan. Amin.